-->
http://cuk-ing.blogspot.com/
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Mempelajari dunia kehidupan tidak terlepas dari pengetahuan tentang hirarki biologi. Dalam pengetahuan biologi, sel merupakan unit terkecil yang dapat melakukan aktivitas kehidupan. Selain itu, dalam organisme terdapat alat transpor yang mampu mengatur organisme lainnya. Sehingga membran sel tersusun atas senyawa fosfolipid bilayer. Oleh karena itu, sel mampu melakukan transpor zat. Hal ini sangat dibutuhkan oleh tumbuhan agar mereka dapat mendistribusikan energi yang mereka dapatkan dari alam.
Transpor zat melalui membran dibedakan atas 2 (dua), yaitu transpor zat yang memerlukan energi (transpor aktif) dan transpor yang tidak memerlukan energi (transpor pasif). Transpor aktif meliputi proses pompa ATP, eksositosis, dan endositosis. Adapun transpor pasif meliputi proses difusi, osmosis, dan difusi terbantu.
TRANSPOR AKTIF
Transor aktif dilakukan apabila zat yang akan dilewatkan membran melawan gradien konsentrasi sehingga tidak dapat mengendalikan transpor aktif.
DIFUSI
Difusi merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat,cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran ataupun tidak.
Contohnya : perpindahan oksigen (O2) dari paru-paru ke dalam darah
OSMOSIS
Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut (air) dari tempat yang berkonsentrasi rendah menuju ke tempat yang berkonsentrasi tinggi dengan melewati membran semipermeabel.
Contohnya : Masuknya air ke dalam sel-sel akar.
DIFUSI TERBANTU
Difusi terbantu adalah difusi yang memerlukan bantuan protein.
Contohnya : perpindahan bakteri Escherichia Coli ke medium yang mengandung laktosa.


B.  Rumusan Masalah
Adapun beberapa permasalahan yang menjadi bahan kajian kegiatan ini antara lain:
  1. Bagaimana proses difusi zat padat dalam air?
  1. Bagaimana proses osmosis yang terjadi pada sel dan jaringan tumbuhan?
  1. Jelaskan cara molekul berukuran kecil melewati membran sel!
Tingkat difusi suatu gas tergantung pada berat molekulnya, makin ringan molekul gas, makin cepat difusinya. Jika dua macam gas diletakkan berdekatan dalam wadah yang terbuat dari bahan yang memungkinkan gas berdifusi melewati dinding, maka gas yang ringan akan berdifusi lebih cepat, dari  gas yang berat.
Biasanya difusi merupakan proses dua arah. Jika ada dua macam gas atau cairan tercampur karena difusi, maka masing-masing bergerak dari tempat yang padat ke tempat yang lebih renggang. Jika dua jenis zat cair dipisahkan oleh dinding kedap air, maka cairan akan berdifusi satu sama lain dengan segera setelah selaput dihilangkan. Proses difusi akan berjalan terus sampai setiap cairan tersebar dan menyeluruh. 

Dalam Air (gram)
Larutan gula 0,25 M (gram)
Larutan gula 0,25 M (gram)
Larutan gula 0,25 M (gram)
Berat awal
1,3
1,4
1,4
1,3
Berat akhir
1,8
1,8
1,7
1,7
Perubahan berat
0,5
0,4
0,3
0,4


C. Manfaat
Siswa mampu melakukan penelitian dengan petunjuk dari bahasan materi,  melakukaneksperimen, dan menyelesaikan tugas iliah dengan sendiri ataupun kelompok serta mendapatkan pengetahuan tambahan tentang pokok bahasan yang diberikan oleh guru.

BAB I
DIFUSI

       A.    Tujuan
·       Siswa dapat Menjelaskan prinsip dasar mekanisme transport pada makhluk hidup melalui proses difusi
·       Siswa dapat membedakan prinsip dasar difusi

         B.     Dasar teori
            Definisi difusi adalah penyebaran molekul zat dan gas / cairan yang konsentrasinya tinggi (hipertonis) ke gas / cairan yang konsentrasinya lebih rendah (hipotonis). Misalnya, penyebaran bau minyak wangi ke seluruh ruang dan menyebarnya tinta di dalam air.

         C.    Alat dan Bahan
·       Alat:
Ø       Gelas Ukur
·       Bahan:
Ø       Tinta
Ø       Air
         D.    Cara Kerja
a)      Siapkan air ke dalam gelas ukur
b)      Masukan setetes tinta ke dalam air tersebut
c)      Amati pergerakan yang terjadi dengan seksama 
          E.     Hasil Pengamatan
Setetes tinta tersebut akan menyebar secara berlahan dan kemudian Air tersebut berawarna hitam karena terkena tinta,

         F.     Pembahasan
ketika beberapa tetes tinta dimasukkan ke dalam air, tinta akan bercampur dengan air, dan dalam beberapa menit kemudian tanpa di aduk, tinta sudah bercampur dengan air secara keseluruhan. peristiwa bercampurnya air dan tinta disebut peristiwa difusi. difusi merupakan perpindahan zat dari larutan berkonsentrasi tinggi (hipertonik) ke larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) baik melaui selaput pemisah maupun tidak, tanpa menggunakan energi (energi sel). dalam percobaan sebelumnya, yang bertindak selaku hipertonik adalah tinta, sedangkan hipotonik adalah air.
         G.    Kesimpulan
Difusi merupakan perpindahan zat dari larutan berkonsentrasi tinggi (hipertonik) ke larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) baik melaui selaput pemisah maupun tidak
          H.    Diskusi

1)                  Apa yang terjadi pada eksperimen difusi ?

Saat cairan tinta hipertonik ) kedalam air ( hipotonik ) yang terjadi adalah tinta mengubah dan bercampur dengan air sehingga warna air berubah menjadi seperti warna tinta.

2)                  Apa yang dapatdisimpulkandarieksperimentersebut ?

 Difusi merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat(padat,cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ketempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membrane atau puntidak. 

         I.       Daftar Pustaka
D A Pratiwi. 2007. Biologi Untuk Kelas XI. Jakarta : erlangga
Soeparmo. 1979. Biologi 1 SMA Ipa. Jakarta : PT Harapan Offset Bandung


BAB II
OSMOSIS

A.    Tujuan

·       Siswa dapat Menjelaskan prinsip dasar mekanisme transport pada makhluk hidup melalui proses osmosis
·       Siswa dapat membedakan prinsip dasar osmosis

B.     Dasar Teori

Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut(air) dari tempat yang berkonsentrasi rendah menuju ke tempat yangberkonsentrasi tinggi dengan melewati membran semipermeabel. Contohnya :Masuknya air ke dalam sel-sel akar

Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri

C.    Alat dan Bahan
a.      Alat:
a)      Gelas ukur
b)      Timbangan
c)      Cawan petri
d)     Penggaris
e)      Pisau/pemes
f)       Penjepit(pinset) 
b.      Bahan:
a)      Irisan kentang
b)      Larutan gula 0,25 M;0,5M;1M
c)      Air 

D.                     Cara Kerja
a)      Buatlah irisan kentangg dengan potongan dadu(1x1x1 cm) sebanyak 4  buah.
b)      Timbang masing masing irisan kentang dan beri tannda atau ddi catat jangan sampai tertukar
c)      Masukan masing masing 20 ml larutan air, gula 0,25 M;0,5M;1M pada gelas  1,2,3,Dan 4.
d)     Masukan masing masing satu kentang pada gelas 1, 2,3 dan 4 tersebut.
e)      Diamkan kira-kira 20-30 menitt, kemudian ambil dengan pinset lalu timbang
f)       Catat perubahan berat kentang dalam table, dan bandingkan dengan berat kentang sebelum direndam.

F.   Pembahasan
Pada percobaan ini buatlah empat buah irisan kentang dengan ukuran yang sama (kubus 1x1x1 cm3). Kemudian siapkan 4 zat (aquades dan larutan gula dengan kadar yang berbeda). Timbang berat kentang sebelum di masukkan ke dalam zat-zat cair yang telah di siapkan. Setelah di timbang masukkan ke dalam zat-zat tadi secara bersamaan. Tunggu selama 30 menit setelah itu ambilah kentang tadi lalu keringkan (jangan terlalu kering) dan timbang kembali. Percobaan dikatakan berhasil jika berat kentang berkurang (kentang dalam larutan gula) atau berat akan bertambah (dalam aquades). Tetapi dalam percobaan diatas ternyata berat akhir nebjadi berkurang, hal ini dikarenakan neraca yang agag rusak, tetapi masih tetap dipakai, dan kami dalam pengukuran kurang cermat.

G.  Diskusi
Apa yang dapat disimpulkan dari experimen di atas?
Peristiwa osmosis tidak terjadi karena faktor    :

1.      Mungkin terlalu lama direndam
2.      Kesalahan dalam prosedur osmosis

Peristiwa apa yang terjadi pada experimenmu!
Seharusnya yang terjadi adalah peristiwa osmosis namun, karena beberapa faktor pada experimen, menjadikan peristiwa osmosis tidak terjadi.

H.    Kesimpulan

1        Apabila terjadi perpindahan konsentrasi dari konsentarasi tinggi ke rendah terjadi peristiwa difusi. Sedangkan Apabila terjadi perpindahan konsentrasi dari konsentarasi rendah ke tinggi terjadi peristiwa osmosis
2        Sedang kan osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut (air) dari tempat yang berkonsentrasi rendah menuju ke tempat yang berkonsentrasi tinggi dengan melewati membrane semi permeabel.

I.       Daftar pustaka

D .A. Pratiwi. 2007. Biologi Untuk Kelas XI. Jakarta : Erlangga
Soeparmo. 1979. Biologi 1 SMA IPA. Jakarta : PT Harapan Offset Bandung



BAB III
PLASMOLITOSIS

            A.    Tujuan

·       Mengamati adanya plasmolisis pada sel daun  Rhoeo discolor 
.
             B.     Dasar Teori

          Plasmolisis adalah peristiwa mengkerutnya sitoplasma dan lepasnyamembran plasma dari dinding sel tumbuhan jika sel dimasukkan ke dalamlarutan hipertonik (larutan garam lebih dari 1%).Plasmolisis merupakan proses yang secara nyata menunjukkan bahwa pada sel, sebagai unit terkecil kehidupan, terjadi sirkulasi keluar-masuk suatuzat. Adanya sirkulasi ini menjelaskan bahwa sel dinamis denganlingkungannya. Jika memerlukan materi dari luar maka sel harus mengambilmateri itu dengan segala cara, misalnya dengan mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar bisa masuk.Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Jika seltumbuhan diletakkan pada larutan hipertonik, sel tumbuhan akan kehilanganair dan tekanan turgor, yang menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhandengan kondisi sel seperti ini disebut layu. Kehilangan air lebih banyak lagimenyebabkan terjadinya plasmolisis : tekanan terus berkurang sampai di suatutitik di mana sitoplasma mengerut dan menjauhi dinding sel. Sehingga dapat terjadi cytorrhysis – runtuhnya dinding sel.Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegahkehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan,tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik.
 
          Plasmolisis biasanya terjadi pada kondisi yang ekstrim, dan jarangterjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium denganmeletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi ataupun larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis.
          
           C.    Alat dan Bahan

·       Alat :
1.   Mikroskop
2.   Object glass (kaca objek)
3.   Cover glass (kaca penutup)
4.   Silet
5.   Pinset
6.   Pipet tetes
7.   Tisu
8.   Lap

·       Bahan :
1.      Daun Adam dan Hawa ( Rhoeo discolor)
2.      Alkohol 70%11.Air 12.Larutan garam

              D.    CARA KERJA

1.      Sayat permukaan daun  Rhoeo discolor  yang berwarna ungu setipis-tipisnyadengan menggunakan silet.
2.      Pindahkan sayatan daun dengan menggunakan pinset ke object glass
3.      Amati  dan  gambar
4.      Tetesi preparat sayatan epidermis tersebut dengan larutan gula (1M)
5.      Amati dibawah mikroskop
6.      Amati dan gambar ,hitunglah jumlah sel yang terplasmolisis pada  preparat dalam 2 menit

          F.     Pembahasan

Dari hasil percobaan di atas, daun Rhoeo discolor telah mengalami plasmolisis, yakni peristiwa mengkerutnya sitoplasma dan lepasnya membran plasma dari dinding sel tumbuhan jika sel dimasukkan ke dalam larutanhipertonik (larutan garam lebih dari 1%).Pada saat diteteskan air, kondisi sel daun Rhoeo discolor dalam keadaan normal, terlihat bagian-bagian sel berbentuk rongga segi enamdengan sitoplasma berwarna ungu memenuhi dinding sel. Air yang diteteskanmembentuk lingkungan isotonik baik di dalam maupun di luar sel, sehingga bentuk sel normal.Pada saat larutan garam diteteskan di atas sayatan daun Rhoeodiscolor , lingkungan yang terbentuk di luar sel-sel daun adalah hipertonik, danhipotonik pada bagian dalam sel. Sesuai dengan prinsip osmosis, yakni perpindahan pelarut melalui selaput semi-permeabel dari konsentrasi pelarut   tinggi (hipotonik) menuju konsentrasi rendah (hipertonik), air akan mengalir keluar dari vakuola menuju luar sel karena adanya tekanan osmosis.Akibatnya sel daun  Rhoeo discolor  kehilangan air sehingga sitoplasmayang berwarna ungu mengkerut dan menjauhi dinding sel seolah-olah keluar dan pecah dari sel. Lama-kelamaan sitoplasma memudar menjadi bercak- bercak berwarna ungu.Hal ini terjadi karena larutan garam yang diteteskan berperan sebagailarutan hipertonik, yakni larutan yang konsentrasinya lebih rendah daripadacairan di dalam sel. Sedangkan air pada sel daun Rhoeo discolor   berperansebagai hipotonik.Kondisi mengkerutnya sitoplasma dan menjauhi dinding sel initernyata bisa dikembalikan setelah meneteskan kembali air di atas sayatandaun Rhoeo discolor. Dengan meneteskan air, maka kita telah membuatkondisi luar sel hipotonik sehingga air bisa memasuki sel sesuai prinsiposmosis. Akan tetapi, walaupun sitoplasma kembali memasuki dinding sel,tetapi sitoplasma tidak sepenuhnya memenuhi dinding sel. Sitoplasma hanya berada pada bagian pinggir dinding sel. Diduga hal ini disebabkan karena penyedotan larutan garam dengan tisu yang kurang benar sehingga masihtersisa larutan garam yang bersifat hipertonik.

       G.    Kesimpulan

Plasmolisis dapat terjadi apabila sel tumbuhan diletakkan dilingkungan hipertonik (larutan garam) sehingga air akan keluar dari dalamvakuola karena tekanan osmosis, membuat sitoplasmanya mengerut danmembran plasma lepas dari dinding sel. Kondisi ini bisa dikembalikan kesemula dengan memberikan air yang berperan sebagai larutan hipotonik.

        H .    Daftar Pustaka

Aryulina, Diah, Ph. D., dkk. 2007. Biologi SMA dan MA untuk kelas XI, Jakarta :ESIS
D .A. Pratiwi. 2007. Biologi Untuk Kelas XI. Jakarta : Erlangga
Soeparmo. 1979. Biologi 1 SMA IPA. Jakarta : PT Harapan Offset Bandung


KESIMPULAN DAN SARAN



A. Kesimpulan :

1. Transportasi zat melalui membran sel dapat dilakukan dengan cara transportasi aktif dan transportasi pasif.
2. Difusi merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat,cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran ataupun tidak. Sedangkan osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut (air) dari tempat yang berkonsentrasi rendah menuju ke tempat yang berkonsentrasi tinggi dengan melewati membran semipermeabel.
3. Molekul berukuran kecil dapat melewati membran sel dengan dua cara, yaitu dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, atau bisa jugaMenuruni gradien konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

B. Saran :

Sebaiknya eksperimen seperti ini lebih sering dilakukan agar para siswa lebih mengetahui alat-alat laboratorium dan lebih memahami materi yang dipelajari serta mampu menyelesaikan eksperimen dengan lebih baik.


0 Responses

Post a Comment